8 Rekomendasi Candi di Tulungagung yang Dapat Dikunjungi Secara Gratis

8 Rekomendasi Candi di Tulungagung yang Dapat Dikunjungi Secara Gratis

Biasanya, ketika menyebut candi, orang-orang kerap membayangkan Candi Borobudur. Akan tetapi, selain candi tersebut, Indonesia juga mempunyai candi-candi lainnya, seperti candi di Tulungagung.  Pasalnya, Tulungagung yang mempunyai julukan Kota Marmer juga menyimpan berbagai candi-candi bersejarah yang sebaiknya dikunjungi wisatawan, baik untuk wisatawan lokal maupun wisatawan asing. 

8 Rekomendasi Candi di Tulungagung

Tulungagung memang dikenal sebagai daerah dengan berbagai peninggalan bersejarah, seperti candi pada umumnya. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan karena Tulungagung berada di lokasi strategis dan berada dalam jangkauan kekuasaan Kerajaan Kediri dan Majapahit. Oleh karena itu, berikut 8 rekomendasi candi di berbagai wilayah di Tulungagung yang berhasil diulas.

1. Candi Boyolangu atau Candi Gayatri


Candi Boyolangu Rekomendasi Candi di Tulungagung

Jika kamu berniat mengunjungi Candi Boyolangu, maka kamu harus melalui lorong selebar 2,5 meter dengan panjang 50 meter. Pasalnya, candi berada di pemukiman masyarakat. Seperti namanya, candi di Tulungagung ini, terletak di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu. Menurut penelitian, Candi Boyolangu dibangun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1359-1389).

Selain itu, Candi Boyolangu juga mempunyai sejarah yang berkaitan dengan Rajapatni Dyah Gayatri, lho. Tokoh ini merupakan salah satu permaisuri Raden Wijaya yang mendirikan Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, Tulungagung juga mengabadikan nama Gayatri sebagai nama terminal. Pasalnya, Gayatri mempunyai nilai penting dalam sejarah Kabupaten Tulungagung.

2. Candi Penampihan


Candi Penampihan Rekomendasi Candi di Tulungagung

Buat kamu yang suka travelling di lokasi-lokasi ekstrem, sebaiknya mengunjungi Candi Penampihan. Pasalnya, candi di Tulungagung ini terletak di Desa Geger, Kecamatan Sendang,. Letaknya yang berada di ketinggian, membuatmu harus melalui jalan menanjak dan berkelok-kelok memakai kendaraan bermotor. Namun, semua terbayar dengan pemandangan kebun teh yang eksotis.

Menurut penelitian, Candi Penampihan berasal dari masa Kerajaan Singasari, yakni dibangun pada tahun 898 M. Berdasarkan bentuk fisiknya, candi ini dikategorikan sebagai candi bercorak Hindu yang didirikan Kerajaan Mataram Kuno. Sedangkan, mengenai tujuan pembangunannya, diperkirakan untuk memuja Dewa Siwa, yakni seorang dewa dalam mitologi Hindu yang termasuk Dewa Trimurti.

3. Candi Dadi


Candi Dadi Tulungagung

Akses Candi Dadi berbeda dengan Candi Penampihan. Mungkin, kamu bisa mencapai Candi Penampihan memakai kendaraan bermotor, tetapi kamu harus berjalan kaki menaiki Perbukitan Walikukun untuk sampai ke Candi Dadi. Oleh karena itu, candi di Tulungagung yang satu ini disarankan dikunjungi orang-orang berjiwa bebas dan terbiasa melakukan pendakian.

Pasalnya, candi berada di puncak Bukit Walikukun dengan bentuk persegi tanpa mempunyai relief sama sekali. Di tengah-tengahnya, terdapat semacam lubang yang menyerupai sebuah sumur, tetapi tidak terdapat tangga untuk menuju sumur tersebut. Menurut penelitian, Candi Dadi diperkirakan dibangun pada abad ke-14 setelah berakhirnya pemerintahan Hayam Wuruk.

4. Candi Sanggrahan


Candi Sanggrahan Tulungagung

Candi Sanggrahan merupakan candi dengan akses yang mudah. Candi ini merupakan candi di Tulungagung yang paling luas dan terletak di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu. Menurut penelitian, Candi Sanggrahan termasuk candi bercorak Buddha yang mungkin dibangun pada tahun 1350 M. Sampai sekarang, Candi Sanggrahan juga dalam proses pemugaran, lho.

Seperti candi pada umumnya, Candi Sanggrahan mempunyai relief di kaki candi, bukan di dinding candi. Jika diamati baik-baik, relief berupa gambar berbagai hewan, seperti serigala dan singa. Selain itu, relief juga dibuat dalam kotak-kotak persegi sebagai bingkai. Lantas, bagaimana dengan relief tumbuhan? Kamu juga bisa menemukannya dalam bentuk sulur-suluran.

5. Candi Mirigambar


Candi Mirigambar Tulungagung

Candi Mirigambar ditemukan pertama kali pada tahun 1870 oleh Rejosari. Menurut cerita, saat Rejosari membuka lahan, dia tanpa sengaja menemukan gundukan tanah yang diselimuti rerumputan. Setelah membersihkannya, Rejosari menemukan susunan batu bata yang kini dikenal sebagai salah satu candi di Tulungagung, yakni Candi Mirigambar, di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol.

Candi Mirigambar diketahui dibangun dari batu-bata. Jika diamati, kamu bisa menemukan batur persegi dan sebuah undakan yang dihiasi berbagai ornamen.  Menurut penelitian, Candi Mirigambar dibangun di akhir abad 13 hingga 14, yakni pada masa kerajaan Majapahit. Akan tetapi, candi ini tinggal reruntuhan yang menyisakan gapura dan bagian kaki candi.

6. Candi Ampel


Candi Ampel Tulungagung

Berdasarkan lokasinya, Candi Ampel berada di Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Candi ini dikelilingi hutan dengan suasana yang sepi, termasuk pemandangan bukit-bukit di sekitarnya. Akan tetapi, Candi Ampel telah runtuh dan ditumbuhi berbagai jenis pohon-pohon berukuran raksasa. Namun, candi di Tulungagung ini tetap mempunyai nilai sejarah yang penting.

Menurut masyarakat sekitar, Candi Ampel berkaitan dengan Joko Sindono, yakni tokoh yang muncul dalam cerita rakyat di daerah setempat. Biasanya, setiap malam Jumat diadakan selamatan untuk meminta izin atas sesuatu, seperti pernikahan hingga merenovasi rumah. Hal ini merupakan salah satu kearifan lokal yang patut dilestarikan tanpa mencederai agama tertentu.

7. Candi Tritis


Candi Tritis Tulungagung

Candi Tritis dipercaya sebagai peninggalan kerajaan Majapahit. Mungkin, tempat ini lebih akrab disebut sebagai Goa Tritis, sebab candi berada di dalam ceruk. Secara geografis, Candi Tritis berada di bawah tebing Gunung Budheg. Ceruk juga dikelilingi dinding bata untuk membatasi fragmen-fragmen arca dan arca Dewi.

Selain ceruk sebagai tempat utama, sebenarnya Candi Tritis juga mempunyai berbagai bangunan pendukung, seperti talud, altar batu, dan sendang. Kamu dapat mengunjungi candi di Tulungagung satu ini dengan melalui jalur pendakian Gunung Budheg di sebelah utara.  Oleh karena itu, jangan  lupa membawa perbekalan yang cukup.

8. Goa Pasir


Goa Pasir Tulungagung

Salah satu wisata sejarah di Tulungagung yang populer adalah Goa Pasir. Tempat ini merupakan sebuah ceruk yang di pahat di sisi tebing. Untuk mencapainya, kamu harus mendaki batu-batu curam, lho. Oleh karena itu, sebaiknya kamu berhati-hati. Dengan memasuki goa ini, kamu bisa menyaksikan relief Karsyan dan kisah Arjunawiwaha. 

Demikian 8 rekomendasi candi di berbagai wilayah di Tulungagung. Semua candi-candi tersebut dapat dikunjungi secara gratis. Mungkin, kamu hanya perlu mengeluarkan biaya kurang dari Rp10.000 untuk biaya parkir atau mengeluarkan biaya lebih untuk membeli perlengkapan di warung-warung terdekat. Nah, kira-kira, candi di Tulungagung mana yang paling menarik perhatianmu?