8 Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan untuk Manajemen Uang

8 Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan untuk Manajemen Uang

IndoSuggest - Demi mengamankan pengeluaran, gunakan cara membedakan kebutuhan dan keinginan sesuai situasi dan kondisi. Beberapa kiat atau langkah di bawah ini akan membuat kamu gemar menyisihkan penghasilan untuk sesuatu yang lebih berguna.

Jadi, tujuan mengklasifikasikan kebutuhan serta keinginan adalah untuk mengatur persoalan keuangan. Agar kamu tidak menghabiskan uang untuk sesuatu yang sia-sia. Penasaran? Yuk simak penjelasan di bawah ini.

Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan


cara membedakan kebutuhan dan keinginan

Membedakan kedua hal tersebut merupakan salah satu cara menghemat uang secara baik. Artikel ini merupakan penjelas yang jauh lebih rinci dalam manajemen hemat uang. Inilah 8 cara kiat mengetahui kebutuhan yang diperlukan.

1. Impak untuk Kehidupan Nyata


impak untuk kehidupan nyata

Hal pertama yang menjadi indikator sebagai cara membedakan kebutuhan dan keinginan adalah impak untuk kehidupan nyata kamu. Dalam hal ini, tidak sekadar membeli barang saja, tetapi juga kegiatan atau tindakan. Contohnya bermain gim online di smartphone.

Apakah bermain gim tersebut kebutuhan atau justru keinginan semata? Jika kebutuhan, berdasarkan indikator di atas, kegiatan tersebut akan menghasilkan income atau manfaat positif. Andai bermain gim hanya keinginan, impak bagi kehidupan hanyalah menghabiskan waktu (killing time). Padahal, kamu dapat menggunakan waktu untuk kegiatan lain yang lebih produktif.

Nah, masalahnya di sini adalah bagaimana menahan keinginan yang tidak diperlukan tersebut?

Tanamkan pada diri, bahwa kamu mempunyai kendali penuh atas tindakan yang dilakukan. Dengan begitu, kamu pasti mampu menentukan mana tindakan yang dibutuhkan dan mana yang ditinggalkan.

2. Dampak Buruk Jika Tidak Terpenuhi


dampak buruk jika tidak terpenuhi

Juga dikenal sebagai pesimis defensif, kamu perlu memperhatikan dan memperhitungkan dampak buruk jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi atau tidak ada. Contohnya, kamu membutuhkan alat pancing, namun uang yang dimiliki alakadarnya.

Nah, perhatikan bahwa, kalau alat pancing tidak ada, apa yang akan terjadi terhadap hidup kamu? Apakah kehidupanmu akan berhenti saat itu juga? Kalau memancing sekadar hobi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan tersebut sekadar keinginan belaka. Alokasikan uang guna kebutuhan pokok untuk kehidupan.

Berbeda jika kamu adalah seorang vlogger memancing yang mencari cuan dari video YT. Namun, andai kamu memang memiliki rezeki berlebih, tidak ada salahnya menuntaskan keinginan memancing tersebut. Asal kebutuhan pokok sudah terpenuhi, jadi selanjutnya adalah memenuhi keinginan.

3. Menunda Beli Barang Satu Minggu


menunda beli barang satu minggu

Kamu masih bimbang setelah membaca dua penjelasan tentang cara membedakan kebutuhan dan keinginan di atas? Cara selanjutnya adalah dengan menunda pembelian. Hal ini dapat dilakukan jika tidak ada urgensi yang terlalu mendesak.

Misalnya, kamu ingin membeli sepatu formal. Apakah dengan sepatumu saat ini menghambat aktivitas dan produktivitas sehari-hari? Cobalah menunda membeli sepatu baru untuk mengetahuinya. Jika ternyata demikian diperlukan, maka kebutuhanmu selanjutnya yang harus dipenuhi adalah beli sepatu formal untuk menunjang kehidupan.

4. Membatalkan Pembelian Jika Sudah Punya


membatalkan beli jika sudah punya

Ambil saja contoh yang mudah, kamu ingin membeli tas sekolah, jaket, atau ikat pinggang. Barang-barang itu amat sederhana, oleh karena itu, pikirkan apakah tas sekolah, jaket, atau ikat pinggang merupakan kebutuhan atau sekadar keinginan.

Kamu bisa membatalkan pembelian jika sudah memiliki semuanya. Asal fungsi dari setiap barang masih normal dan berjalan sebagaimana mestinya, kamu tidak perlu beli yang baru. Simpanlah uang tersebut untuk menabung guna kebutuhan yang mendasar.

Cara untuk membatalkan pembelian sangat mudah: syukuri dengan ikhlas apa yang telah kamu punya.

5. Dilihat dari Urgensi


dilihat dari urgensi

Berasal dari catatan atau skala prioritas dapat dilihat tingkat urgensi yang mendesak dan harus dipenuhi lebih dulu. Biasakan diri membuat catatan untuk kebutuhan mana yang pertama, kedua, dan seterusnya.

Contohnya, lebih mendesak mana antara beli susu untuk anak atau beli kopi untuk diri sendiri? Lebih mendesak mana antara beli mobil dengan membayar pajak kendaraan? Kamu pasti sudah tahu jawabannya. Tuntaskan kebutuhan yang paling penting lebih dulu, ya.

6. Menggunakan Barang Pengganti


menggunakan barang pengganti

Catatan di sini, sebagai tambahan cara membedakan kebutuhan dan keinginan, bisa dilihat dari menggunakan barang pengganti yang biayanya lebih terjangkau. Misalnya HP bagus diganti dengan HP standar, kopi mahal diganti dengan kopi bubuk biasa, dan lain sebagainya. Tetapi jangan ganti pasangan ya, dia bukan barang.

7. Melihat Prioritas Berdasarkan Catatan Keuangan


melihat prioritas berdasarkan catatan keuangan

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, mencatat pemasukan hingga pengeluaran sangat diperlukan. Selain mempermudah analisa keuangan, juga dipakai sebagai sumber patokan menentukan kebutuhan.

Lihatlah berapa pemasukan rutin yang telah kamu dapatkan, kemudian hitung pula kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Sisanya, bisa kamu tabung dan lainnya untuk memenuhi sebagian keinginan kamu. Dengan begitu, menggunakan catatan keuangan akan membuat kehidupan lebih terencana.

8. Menabung untuk Posisi Aman


menabung untuk posisi aman

Menabung sudah dikenal sejak zaman baheula. Kegiatan menabung selalu baik, sebab seseorang dapat mengatasi hal-hal darurat yang mendadak terjadi. Cobalah menabung sejak dini, baik secara mandiri dengan celengan atau melalui bank.

Itulah beberapa kiat yang dapat kamu lakukan supaya kehidupan berjalan lebih terarah. Melakukan semua hal dengan terencana akan jauh lebih baik. Cobalah mulai sekarang untuk menggunakan cara membedakan kebutuhan dan keinginan agar keuangan lebih tertata.