8 Hewan yang Telah Punah di Indonesia, Dari Tikus Sampai Harimau

8 Hewan yang Telah Punah di Indonesia, Dari Tikus Sampai Harimau

IndoSuggest - Mari berkabung sebentar. Mari kenang hewan-hewan yang telah punah di Indonesia. Sadar atau tidak, manusia merupakan satu-satunya makhluk hidup yang mempunyai dua sisi layaknya mata pisau, yakni menjaga kelestarian sekaligus merusaknya di waktu bersamaan. Dan, manusia telah membuat beberapa hewan tidak lagi ditemukan di bumi.

Daftar Hewan yang Telah Punah di Indonesia


8 Hewan yang Telah Punah di Indonesia

Hewan mempunyai habitat di hutan, tetapi manusia merusak hutan-hutan tersebut untuk berbagai kepentingan. Tidak hanya itu, manusia kerap memburu hewan-hewan tertentu secara langsung, dalihnya untuk memperoleh berbagai keuntungan. Oleh karena itu, beberapa hewan lambat laun kehilangan populasi hingga mengalami kepunahan secara permanen. Berikut daftar hewan yang telah punah.

1. Tikus Pohon Verhoeven


Papagomys theodorverhoeveni Tikus Pohon Raksasa

Pulau Flores merupakan salah satu pulau di Indonesia yang kaya flora dan fauna. Pulau ini juga kerap menjadi habitat berbagai hewan-hewan endemik, seperti tikus pohon verhoeven. Tikus ini mempunyai nama ilmiah Papagomys theodorverhoeveni dengan ukuran di atas rata-rata. Oleh karena itu, tikus pohon verhoeven dijuluki Verhoeven’s Giant Tree Rat.

Sayangnya, berdasarkan penelitian, tikus pohon verhoeven mengalami kepunahan sejak 1500 SM. Akan tetapi, IUCN menunjukkan data penelitian yang berbeda, sehingga hewan ini dinyatakan punah secara resmi pada tahun 1996. Dengan demikian, orang-orang zaman sekarang dan anak-anak di masa depan tidak bisa melihatnya, bahkan di kebun binatang sekalipun.

2. Tikus Hidung Panjang Flores


Paulamys naso Tikus Hidung Pancang Curut

Tidak hanya tikus pohon verhoeven, tetapi Pulau Flores juga kehilangan tikus hidung panjang Flores. Tikus ini mempunyai nama latin Paulamys naso. Padahal, tikus hidung panjang Flores merupakan hewan endemik yang seharusnya menjadi kebanggaan Indonesia di kancah dunia. Sayangnya pengerat ini harus menjadi hewan yang telah punah di Indonesia.

Padahal tikus hidung panjang Flores masih bisa dijumpai pada tahun 1981. Pada tahun tersebut juga ditemukan sub fosil hewan ini untuk diteliti. Berdasarkan laporan, tikus hidung panjang Flores mempunyai habitat di Hutan Montane, Flores Barat. Akan tetapi, sekarang kamu tidak akan menemukan pengerat ini saat mengunjungi hutan tersebut.

3. Tikus Gua Flores


Spelaeomys florensis Tikus Gua Flores

Tampaknya, Pulau Flores harus berbesar hati merelakan berbagai pengerat untuk punah selama-lamanya. Pasalnya, tidak hanya dua, tetapi Flores juga harus kehilangan pengerat yang lain, yakni tikus gua Flores. Tikus ini mempunyai julukan Flores Cave Rat dan memiliki nama latin Spelaeomys florensis. Sayangnya, tikus gua Flores hanya menjadi cerita.

Sampai sekarang, tidak diketahui secara pasti penyebab kepunahan tikus ini. Namun, berdasarkan pendapat peneliti, hewan ini punah akibat penyakit, bencana alam, hingga dibunuh manusia. Kalau kamu merindukan pengerat ini, kamu bisa melihat eksistensi tikus gua Flores  melalui fragmen sub fosil yang ditemukan di gua-gua di Pulau Flores.

4. Kuau Bergaris Ganda


Argusianus bipunctatus Kuau Garis Ganda

Apa kamu pernah melihat kuau bergaris ganda? Jika belum, hal tersebut terbilang lumrah. Pasalnya, kuau bergaris ganda termasuk hewan yang telah punah di Indonesia. Sedangkan, berdasarkan penelitian, Jawa dan Sumatera dipercaya sebagai habitat asli hewan ini di masa lalu. Kuau bergaris ganda hanya meninggalkan bukti hidup yang terbatas.

Dalam bahasa Inggris, kuau bergaris ganda dikenal sebagai double-banded Argus dengan nama latin Argusianus bipunctatus. Sedangkan, bukti eksistensi kuau bergaris ganda adalah bulu yang dikirim di London. Kemudian, bulu ini diteliti IUCN dan ditemukan fakta mengejutkan, yakni kuau bergaris ganda tidak akan dijumpai anak cucu manusia di masa depan.

5. Kadal Berhidung Tanduk


Harpesaurus modiglianii Kadal bertanduk

Pada tahun 1891, kadal berhidung tanduk ditemukan pertama kali. Namun, beberapa dekade berikutnya, kadal ini tidak pernah ditemukan dan dinyatakan sebagai hewan punah di Indonesia. Akan tetapi, pada tahun 2018 silam, peneliti Indonesia yang berkolaborasi dengan peneliti internasional menemukan kadal berhidung tanduk di Sumatera Utara.

Dengan demikian, kadal yang mempunyai nama latin Harpesaurus modiglianii vinciguerra ini menjadi hewan yang bangkit dari kepunahan. Akan tetapi, kemunculannya tetap membuat kadal ini sebagai hewan yang paling langka di dunia. Kamu bisa melihat kajian ilmiah mengenai kadal berhidung tanduk di Jurnal Taprobanica yang dirilis pada 21 Mei 2020.

6. Kura-Kura Leher Ular


Chelodina mccordi Kura Leher Ular

Pulau Rote mempunyai hewan endemik bernama kura-kura leher ular. Hewan ini mempunyai nama latin Chelodina mccordi dengan morfologi yang unik, yakni memiliki leher panjang menyerupai tubuh seekor ular. Sayangnya, pada Agustus 2020 kemarin, kura-kura leher ular menjadi salah satu hewan yang telah punah di Indonesia.

Akan tetapi hewan ini masih mempunyai masa depan. Kepunahan kura-kura leher ular hanya terjadi di habitat aslinya, yakni di Pulau Rote. Sedangkan, kura-kura leher ular yang lain masih hidup di kebun binatang yang ada di luar negeri. Oleh karena itu, BKSDA NTT berniat untuk memulangkan beberapa ekor kura-kura leher ular dari Singapura.

7. Harimau Bali


Panthera tigris balica Harimau Bali

Nama latin harimau Bali adalah Panthera tigris balica. Harimau Bali terakhir ditembak pada tahun 1925 dan dinyatakan punah secara resmi pada 27 September 1937. Dengan demikian, harimau Bali merupakan harimau pertama yang punah di Indonesia.

8. Harimau Jawa


Harimau Jawa Panthera tigris sondaica

Menyusul harimau Bali, pemerintah Indonesia menyatakan harimau Jawa punah pada tahun 1980-an. Harimau dengan nama latin Panthera tigris sondaica ini punah akibat habitat yang rusak dan perburuan secara liar. Dengan demikian, Indonesia hanya mempunyai satu subspesies harimau yang tersisa, yakni harimau Sumatera.

Demikian, 8 hewan endemik Indonesia yang mengalami kepunahan. Namun, keajaiban mungkin terjadi layaknya kadal berhidung tanduk yang kembali ditemukan. Nah, belajar dari masa lalu, sebaiknya Indonesia mulai menjaga kelestarian hutan, termasuk hutan-hutan terangker di Indonesia, dan mencegah perburuan agar  hewan yang telah punah di Indonesia tidak bertambah.