8 Jenis Tanaman Karnivora, Ngeri atau Eksotis?

8 Jenis Tanaman Karnivora, Ngeri atau Eksotis?

IndoSuggest - Selama jutaan tahun, berbagai tanaman berevolusi membentuk morfologi dan fisiologi yang eksotis, seperti tanaman karnivora yang terkesan menakutkan. Dari tanaman ini kerap dimunculkan perihal dongeng-dongeng mengenai tanaman pemakan manusia. Nah, kira-kira, seandainya bertemu tanaman ini di alam liar, apakah kamu akan berdecak kagum atau sebaliknya, yakni merasa ngeri?

Jenis Tanaman Karnivora yang Sebaiknya Kamu Tahu


jenis tanaman karnovora

Untungnya, ilmuwan dan penjelajah hutan-hutan liar di dunia belum menemukan bukti nyata mengenai adanya tanaman pemakan manusia. Pasalnya, tanaman dengan karakteristik yang tidak biasa ini belum pernah ditemukan dengan ukuran raksasa yang sanggup melelehkan seseorang memakai cairan tertentu. Jadi, kamu tidak perlu bermimpi buruk layaknya dikejar-kejar dinosaurus paling menakutkan.

1. Dionaea


Dionaea tumbuhan karnivora

Jika melihatnya, kamu mungkin terpukau karena keindahan morfologinya. Namun, siapa sangka bahwa Dionaea merupakan tanaman pemakan daging yang sanggup memerangkap serangga. Sedangkan, dalam bahasa Indonesia, tanaman Dionaea populer sebagai tanaman venus. Sebanding keindahannya, Dionaea termasuk tanaman yang kerap dipelihara pecinta tanaman langka.

Menurut penelitian, genus Dionaea hanya mempunyai satu spesies yang tersisa, yakni spesies venus itu sendiri. Tanaman ini termasuk tanaman rosetta yang berukuran kecil dan menghasilkan tunas di musim tertentu. Daunnya termasuk daun penjebak yang dapat menutup tiba-tiba ketika terjadi rangsangan. Biasanya, daunnya mencerna sempurna selama 10 hari.

2. Drosera


Drosera Tanaman karnivora

Tidak seperti genus Dionaea yang mempunyai satu spesies di muka bumi, genus Drosera diketahui mempunyai 150 spesies yang tersebar di penjuru dunia. Secara populer, tanaman memukau ini dikenal sebagai sundews. Drosera juga termasuk tanaman karnivora yang mampu melakukan pembuahan dan penyerbukan sendiri, lho.

Karena termasuk sebagai tanaman pemakan serangga, maka Drosera mempunyai perekat aktif untuk melumpuhkan mangsanya yang kurang beruntung. Drosera diketahui mempunyai lendir di permukaan daun untuk menarik mangsa sekaligus membunuhnya secara perlahan-lahan. Selain itu, semua spesies Drosera mempunyai kemampuan menggerakkan tentakel ke pusat tanaman.

3. Aldrovanda


Aldrovanda Tanaman Karnivora

Aldrovanda merupakan salah satu tanaman pemakan serangga yang memakai metode snap-trap, yakni mengatupkan daun-daunnya untuk memerangkap mangsa yang akan menemukan ajalnya. Tidak seperti tanaman-tanaman yang lain, Aldrovanda merupakan tanaman air yang terapung di permukaan. Sekilas, tanaman ini menyerupai hydrilla dengan warnanya yang hijau pucat.

Jadi, ketika terdapat serangga atau hewan air berukuran kecil di sekitarnya, Aldrovanda akan menangkap mereka memakai mekanisme yang menyerupai Dionaea. Intinya, Aldrovanda juga mempunyai rambut pemicu untuk menangkap mangsa. Untungnya, tanaman ini tidak berukuran raksasa dan tidak membahayakan manusia saat berenang di sekitarnya.

4. Pinguicula


Pinguicula Tanaman Karnivora

Nama lain Pinguicula adalah butterwort. Tanaman ini termasuk tanaman karnivora dengan keindahan yang kompleks. Sampai sekarang, Pinguicula diketahui mempunyai 80 spesies yang tersebar di muka bumi. Saat pertama kali melihatnya, kamu mungkin tidak tahu bahwa Pinguicula termasuk tanaman pemakan daging dengan penampakan yang polos.

Menurut penelitian, sebagian besar Pinguicula termasuk tanaman herbaceous rosette dan terestrial. Daunnya juga mempunyai kepala-kepala menyerupai antena untuk memproduksi cairan lengket yang berfungsi menarik perhatian serangga. Selain itu, antena-antena ini juga berperan untuk membunuh mangsanya. Jika dibandingkan tanaman pemakan serangga yang lain, tanaman Pinguicula terkenal mempunyai bau yang busuk.

5. Sarracenia


Sarracenia Tanaman Karnivora

Tanaman ini hanya ditemukan eksklusif di tempat-tempat tertentu, seperti di bagian timur Amerika Utara. Sampai sekarang, genus Sarracenia diketahui mempunyai 10 spesies yang berbeda. Karakteristik yang membuatnya istimewa ialah daun tubular dengan jahitan yang menyerupai sayap. Tanaman ini memerangkap serangga dengan pitcher dan nektar.

6. Utricularia


Utricularia

Bladderwort merupakan nama populer Utricularia. Tanaman ini termasuk tanaman yang mudah ditemukan, sebab terdistribusi secara merata. Di antara deretan tanaman-tanaman karnivora yang lain, genus Utricularia termasuk tanaman dengan sistem yang kompleks dan canggih di kerajaan tanaman. Pasalnya, Utricularia menangkap mangsa memakai perangkap yang menyerupai kandung kemih.

Sebenarnya, ukuran perangkap Utricularia bervariasi, yakni mulai dari 0,2 mm hingga 1,2 cm. Meski demikian, Utricularia diakui mampu menangkap berbagai jenis hewan untuk dimangsa, seperti kecebong, larva nyamuk, fish fry, dan nematoda. Selain itu, Utricularia mempunyai organ-organ vegetatif yang sukar dibedakan.

7. Byblis


Byblis

Meski kerap disebut sebagai tanaman pelangi, tetapi tanaman Byblis termasuk tanaman karnivora yang mengerikan. Walau hanya menangkap serangga memakai perangkap pasif, tetapi dapat dipastikan mangsanya akan bertekuk lutut. Secara morfologi, batang tanaman Byblis ditutupi rambut yang mengeluarkan cairan lengket. Intinya, sangat eksotis. Namun, juga mengerikan di waktu bersamaan.

8. Cephalotus


Cephalotus Tanaman Karnivora

Distribusi yang terbatas membuat Cephalotus menjelma sebagai tanaman karnivora yang langka. Tanaman ini diketahui tumbuh secara alami di barat daya Australia. Oleh karena itu, Cephalotus dikenal dengan sebutan tanaman pitcher Australia. Selain itu, genus Cephalotus hanya mempunyai satu spesies, yakni Cephalotus follicularis.

Cephalotus menangkap serangga memakai perangkap pitfall. Nah, perangkap ini dibagi 3 zona oleh para ilmuwan, yakni zona pencernaan, zona slip, dan zona tarik. Jadi, setelah mangsa jatuh ke dalam perangkap, mangsa ini tidak mempunyai kesempatan untuk keluar. Wah, sangat mengerikan untuk serangga, ya.

Demikian, 8 jenis tanaman pemakan serangga yang tersebar di seluruh dunia. Dibalik visual setiap tanaman yang terkesan eksotis, tersimpan berbagai kengerian yang mengancam untuk setiap serangga. Untungnya, tanaman ini tidak mempunyai ukuran yang besar untuk membahayakan manusia. Jadi, mana yang lebih disetujui? Apakah tanaman karnivora cenderung ngeri atau eksotis?