8 Obat Herbal Diabetes Mellitus untuk Mengendalikan Kadar Gula Darah

8 Obat Herbal Diabetes Mellitus untuk Mengendalikan Kadar Gula Darah

IndoSuggest - Diabetes mellitus merupakan penyakit  yang tidak dapat disembuhkan. Tetapi, obat herbal diabetes mellitus dapat dikonsumsi untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Obat ini sebaiknya tetap diimbangi dengan terapi insulin, pola makan, olahraga teratur, hingga pengobatan alternatif. Dengan demikian, penderita tetap dapat melalui hidup dengan kualitas fisik yang sehat.

Daftar Obat Herbal Diabetes Mellitus yang Mudah Didapat


Obat Herbal Diabetes Mellitus

Pada dasarnya, diabetes mellitus terjadi karena tubuh kekurangan atau tidak dapat memproduksi insulin sama sekali. Dampaknya, gula dalam darah terus menumpuk dan tidak dapat diolah menjadi energi. Oleh karena itu, mengonsumsi obat herbal dapat membantu menyeimbangkan gula darah. Lantas, tanaman apa saja yang termasuk obat herbal untuk penderita diabetes?

1. Daun Sirsak


Obat Herbal Diabetes Daun Sirsak

Jika kamu mempunyai pohon sirsak di halaman, maka kamu beruntung, sebab kamu mempunyai obat herbal alami untuk membantu menyeimbangkan gula darah. Nah, daun ini dapat diolah sesuai selera, baik diolah sebagai jus daun sirsak atau direbus memakai air biasa. Selain itu, kamu juga disarankan mengeringkannya untuk teh daun sirsak.

Pada tahun 2017, Jurnal Pharmacognosy Research merilis ekstrak daun sirsak mengandung flavonoid dan polifenol. Dua senyawa ini bersifat antihiperglikemik sehingga dapat mengurangi laju pemecahan gula menjadi senyawa yang lebih sederhana. Dengan demikian, daun sirsak memberi kesempatan pankreas untuk memproduksi insulin lebih lama. Alhasil, penyerapan gula berlangsung seimbang.

2. Lidah Buaya


Obat Herbal Diabetes Lidah Buaya

Tidak sekadar untuk kecantikan, ternyata lidah buaya juga dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal diabetes mellitus. Pasalnya, berdasarkan Global Diabetes Community, lidah buaya mampu menurunkan kadar gula darah puasa dan membantu penderita diabetes tipe 2 untuk menurunkan kadar lemak darah. Hal ini disebabkan senyawa lektin, akuinon, dan mannans.

Sayangnya, dampak mengonsumsi lidah buaya jangka panjang belum diketahui. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih jauh mengenai khasiat lidah buaya sebagai obat herbal penderita diabetes. Dengan demikian, penderita disarankan bersikap bijak mengenai hal ini. Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan profesional untuk menemukan pengobatan yang sesuai.

3. Bawang Merah


Obat Herbal Diabetes Bawang Merah

Ternyata, dapur menjadi sumber obat herbal terdekat dan termurah setiap rumah tangga. Pasalnya, bawang merah yang kerap dipakai sebagai bumbu masak dipercaya mampu menyeimbangkan gula darah. Akan tetapi, seperti lidah buaya yang membutuhkan penelitian lebih lanjut, bawang merah juga membutuhkan pembuktian ilmiah untuk pengobatan diabetes mellitus.

Meski demikian, sebuah jurnal ilmiah pernah membuktikan hal ini, yakni Jurnal Environmental Health Insight menyatakan mengonsumsi 100 gram bawang merah per hari mampu menurunkan gula darah penderita diabetes tipe 1. Perlu diketahui bahwa penyakit diabetes mellitus dikelompokkan menjadi 2, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

4. Jintan Hitam


Obat Herbal Diabetes Jintan Hitam

Sejak turun temurun, jintan hitam dipercaya sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit, termasuk obat herbal diabetes mellitus. Di pasaran, jintan hitam lebih populer sebagai habbatussauda. Nah, berdasarkan penelitian yang dimuat di Jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity, jintan hitam terbukti menurunkan gula darah, melawan peradangan, dan menjaga kesehatan jantung.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab jintan hitam mengandung antioksidan thymoquinone untuk menyeimbangkan gula darah, memperbaiki sekresi insulin, dan mencegah dislipidemia diabetik. Selain itu, jintan hitam juga dapat menurunkan kadar gula darah puasa, kadar gula HbA1c, dan kadar gula darah setelah makan. Wah, sangat multifungsi. 

5. Jahe


Obat Herbal Diabetes Jahe

Sebagian orang gemar meminum air rebusan jahe untuk kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dirilis Jurnal Complementary Therapies in Medicine, mengonsumsi 3 gram jahe setiap hari terbukti menurunkan kadar gula darah puasa dan kadar HbA1c. Selain itu, jahe juga mampu mencegah komplikasi, seperti komplikasi jantung dan mata karena diabetes mellitus.

Sayangnya, seperti lidah buaya dan bawang merah, jahe untuk obat herbal diabetes membutuhkan penelitian lebih lanjut. Jahe termasuk rempah-rempah yang mudah ditemukan dan dibanderol dengan harga yang murah. Dengan demikian, mengonsumsi jahe setiap hari tidak akan membebani keuangan penderita.

6. Kunyit


Obat Herbal Diabetes Kunyit

Obat herbal diabetes mellitus selanjutnya adalah kunyit. Ternyata, tidak sekadar populer sebagai penyedap makanan, kunyit juga terbukti mampu mengendalikan gula darah. Hal ini disebabkan karena kandungan antioksidan. Oleh karena itu, cobalah mengonsumsi 300 mg kunyit setiap hari untuk menurunkan kadar gula darah hingga 18 persen.

Selain itu, Jurnal Diabetes Care menyatakan bahwa mengonsumsi kunyit selama 9 bulan berturut-turut, yakni sebanyak 1,5 gram kunyit setiap hari, mampu mencegah munculnya diabetes tipe 2 untuk penderita prediabetes. Di sisi lain, hal yang tidak kalah menarik ialah kunyit mampu mencegah terjadinya komplikasi.

7. Kayu Manis


Obat Herbal Diabetes Kayu Manis

Bersama bawang merah, jahe, dan kunyit, rempah-rempah yang dapat berperan sebagai obat herbal penderita diabetes berikutnya adalah kayu manis. Pasalnya, berdasarkan penelitian Jurnal Diabetes Science and Technology, mengonsumsi 1 hingga 6 gram kayu manis setiap hari mampu menurunkan kadar gula darah penderita diabetes tipe 2.

8. Ginseng


Obat Herbal Diabetes Ginseng

Berdasarkan penelitian, ginseng terbukti mampu mengatur penyerapan gula darah sehingga mencegah naiknya kadar gula darah secara tiba-tiba. Jurnal Medicine Plant Research membuktikan bahwa tanaman ginseng, baik dari Asia atau Amerika mempunyai peran yang sama dalam membantu menyeimbangkan gula darah.

Demikian, 8 obat herbal yang dapat dikonsumsi penderita diabetes secara berkala. Akan tetapi, pahami bahwa setiap tanaman tidak selalu aman dan dapat memberi dampak yang berbeda pada setiap orang. Oleh karena itu, penderita tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional sebelum mengonsumsi berbagai obat herbal diabetes mellitus.