8 Tanaman Memesona di Gunung, Jangan Lupa Dilestarikan

8 Tanaman Memesona di Gunung, Jangan Lupa Dilestarikan

IndoSuggest - Mungkin, kamu berpikir tanaman memesona di gunung hanya tanaman edelweis, sebab tanaman ini kerap diincar untuk swafoto atau sekadar diamati. Padahal, selain tanaman edelweis yang memperoleh julukan bunga abadi, gunung juga mempunyai berbagai spesies tanaman lainnya yang tidak kalah memesona. Bahkan, beberapa tanaman dapat dimakan saat kesulitan memperoleh makanan.

Daftar Tanaman Memesona di Gunung yang Wajib Kamu Tahu


8 Tanaman Memesona di Gunung, Jangan Lupa Dilestarikan

Jika kerap mendaki gunung-gunung di Indonesia, kamu mungkin menemukan berbagai tanaman endemik yang hanya dapat ditemukan di pegunungan. Tanaman-tanaman ini tumbuh pada ketinggian, iklim, dan jenis-jenis tanah tertentu. Oleh karena itu, tanaman gunung mempunyai keistimewaan, sebab tidak dapat ditemukan di tempat lain, khususnya di dataran rendah.

1. Kantong Semar


Tanaman di gunung Kantong Semar

Jika kesulitan menemukan air, cobalah meminum air tanaman kantong semar yang masih tertutup. Pasalnya, air tersebut terasa segar dan dapat membuat seorang pendaki bertahan hidup. Sedangkan, air pada tanaman kantong semar yang terbuka tidak dianjurkan untuk diminum. Pasalnya, air tersebut telah tercampur bangkai serangga dan cenderung terasa asam.

Sayangnya, kantong semar menjadi tanaman langka dengan status yang mulai terancam. Oleh karena itu, cobalah untuk bijak sebelum meminum air yang terkandung di dalamnya. Selain itu, kantong semar dapat ditemukan di Gunung Salak, Gunung Wilis, Gunung Merapi, dan lain-lain. Sebenarnya, selain kantong semar, pegunungan merupakan habitat berbagai tanaman karnivora lainnya.

2. Tanaman Verbena


Tanaman di gunung Verbena

Apa kamu pernah mendaki Gunung Semeru sebelum membaca artikel ini? Jika pernah, kamu pasti menemukan tanaman memesona di gunung yang dinamai tanaman verbena. Tanaman ini mempunyai bunga-bunga memesona berwarna ungu. Pokoknya, kalau melihat tanaman verbena, kamu pasti ingin memetiknya untuk swafoto atau sekedar kenang-kenangan.

Untungnya, tanaman verbena termasuk tanaman yang disarankan untuk dipetik. Pasalnya, verbena termasuk tanaman invasif, yakni tanaman yang tumbuh tak terkendali sehingga mengancam spesies lainnya dan mempunyai kesempatan untuk merusak ekosistem. Dengan demikian, cobalah mendaki di bulan April saat bunga-bunga verbena mulai mekar.

3. Tanaman Daisy


Tanaman di gunung Daisy

Dengan  berbagai warna bunga yang memukau, kamu pasti menyukai tanaman ini. Sampai sekarang, tanaman daisy diketahui mempunyai berbagai variasi warna, seperti orange, merah, dan putih. Nah, warna-warna ini kerap dilambangkan sebagai cinta. Misalnya, warna orange melambangkan semangat, sedangkan warna merah melambangkan cinta yang terpendam.

Namun secara umum, bunga daisy tetap melambangkan kelembutan, kesederhanaan, kemurnian, kesucian, dan kepolosan. Sebenarnya, tanaman ini termasuk dalam  keluarga asteraceae layaknya bunga matahari dan aster. Oleh karena itu, kamu bisa melihat kemiripan ketiganya. Kalau kamu menginginkannya, cobalah mengunjungi Gunung Prau di Jawa Tengah.

4. Tanaman Stevia


Tanaman di gunung Stevia

Saat tanaman stevia disebut, kamu mungkin membayangkan tanaman yang cantik seperti namanya. Yap, kamu tidak keliru. Pasalnya, stevia merupakan tanaman memesona di gunung yang kerap memanjakan para pendaki. Pasalnya, tanaman ini mempunyai bunga-bunga berwarna putih dan kerap dijumpai di antara rerumputan.

Menurut penelitian, stevia termasuk keluarga asteraceae. Selain itu, kamu juga dapat memakan bunga tanaman ini jika menginginkannya. Pasalnya, bunga stevia mengandung gula dan mempunyai rasa yang manis. Oleh karena itu, cobalah untuk memakannya sebagai pengganjal perut ketika mendaki.

5. Tanaman Cantigi


Tanaman di gunung Cantigi

Karakteristik tanaman cantigi adalah bunga yang merah mencolok. Selain itu, tanaman ini juga mempunyai daun yang kemerah-merahan dan buah berwarna hitam. Kamu tidak bisa menemukan cantigi di banyak tempat, kecuali di puncak gunung sebagai habitat aslinya. Dengan demikian, jangan putus asa saat mendaki demi berswafoto dengan tanaman cantigi.

Di sisi lain, tanaman ini juga mempunyai akar yang kuat. Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkan tanaman cantigi sebagai tempat berlindung saat terjadi badai di puncak gunung. Jadi, tidak heran jika tanaman ini juga disebut sebagai tanaman pelindung. Nah, kalau kamu penasaran, kunjungi Gunung Talang dan kawah Sikidang Dieng.

6. Murbei


Tanaman di gunung Murbei

Tidak hanya dijumpai di dataran rendah, ternyata murbei termasuk tanaman memesona di gunung. Pasalnya, murbei bisa ditemui hingga ketinggian 1.000 mdpl atau lebih. Dengan memakan buah murbei yang asam dan manis, kamu juga bisa bertahan hidup di pegunungan saat perbekalan telah habis.

Selain rasa yang enak, buah murbei juga kaya manfaat untuk kesehatan. Oleh karena itu, tanaman ini menjadi tanaman populer yang kerap diteliti ilmuwan. Kamu pun bisa mengenal murbei dari morfologi daun dan buahnya. Daun murbei berwarna hijau dengan tepi bergerigi, sedangkan buahnya berwarna hitam saat matang dan putih kemerahan saat muda.

7. Giant Groundsels


Tanaman di gunung Giant Groundsels

Nah, kalau kamu mendaki di Gunung Kilimanjaro, kamu bisa menemukan tanaman endemik gunung api bernama giant groundless. Tanaman ini tampak purba dengan  batang berkayu, tetapi mempunyai daun rosette yang unik di puncaknya. Ukurannya juga tidak main-main. Kalau kamu berdiri di bawahnya, maka kamu seperti liliput yang menyedihkan.

8. Edelweis Jawa


Tanaman di gunung Edelweis Jawa

Pasti, kamu tidak asing dengan tanaman edelweis. Saat mendaki gunung-gunung di Pulau Jawa, kamu bisa menemukan tanaman edelweis bermekaran di sepanjang jalur pendakian.  Selain menampilkan morfologi bunga yang menarik, edelweis juga dikenal sebagai tanaman abadi, sebab tidak pernah terlihat layu di pegunungan.

Demikian, 8 tanaman yang dapat kamu temukan di gunung-gunung. Sayangnya, karena perubahan iklim dan sampah pendaki, tanaman-tanaman tersebut mulai terancam. Oleh karena itu, mari lestarikan tanaman-tanaman tersebut dengan memulai hidup sehat, baik untuk diri sendiri atau lingkungan. Dengan demikian, tanaman memesona di gunung dapat dilestarikan.