8 Fakta Gulungan Laut Mati, Penemuan Terbesar di Abad 20

8 Fakta Gulungan Laut Mati, Penemuan Terbesar di Abad 20

Indo Suggest - Tahukah Anda gulungan laut mati merupakan penemuan arkeologi terbesar di abad 20? Oleh karena itu, akan diulas fakta-fakta gulungan laut mati yang mengejutkan. Apalagi, sejak penemuannya pada tahun 1946, para ilmuwan menemukan ribuan potongan dan membuatnya menjadi lebih dari 900 gulungan. Tentunya, ini bukan penemuan dengan kuantitas yang kecil.

Fakta Gulungan Laut Mati yang Harus Kamu Tahu

Sejak beberapa dekade, gulungan laut mati dipenuhi berbagai rumor dan mitos. Akan tetapi, selama bertahun-tahun, ilmuwan juga berhasil memperoleh wawasan krusial terkait peninggalan arkeologi tersebut. Sebagai informasi, gulungan laut mati ditemukan di Gua  Qumran. Mayoritas gulungan ini merupakan salinan Alkitab, yakni 39 salinan Mazmur, 33 salinan Ulangan, dan 24 salinan Kejadian.

1. Tidak Sengaja Ditemukan Para Gembala

fakta gulungan laut mati

Pada akhir tahun 1946, remaja Badui menggembalakan domba seperti biasa, yakni di dekat pemukiman kuno yang ada di Qumran, tepatnya di pantai barat Laut Mati. Salah satu gembala memilih bermain dengan melemparkan batu ke sebuah lubang yang ada di sisi tebing. Akan tetapi, mereka terkejut saat  mendengar sesuatu yang pecah.

Dengan demikian, mereka kemudian berbondong-bondong memasuki Gua Qumran. Di sana, para gembala menemukan beberapa tempayan yang terbuat dari tanah liat. Kemudian, saat diperiksa, tempayan tersebut berisi papirus dan banyak gulungan kulit. Nah, pedagang barang antik berhasil membeli benda-benda yang ada di Gua Qumran, lantas dibeli para sarjana yang menyadari usia teks-teks tersebut.

Baca juga: Daftar Mitologi Raksasa di Dunia

2. Anonim

penulis gulungan laut mati

Sampai sekarang, informasi perihal penulis gulungan laut mati menjadi perdebatan yang sukar. Pasalnya, hal ini menjadi fakta gulungan laut mati berikutnya, yakni bahwa gulungan tersebut ditulis secara anonim. Berdasarkan teori, gulungan laut mati merupakan karya penduduk Yahudi dalam sekte Essene, yang mana tinggal di Qumran hingga romawi menyerang.

Teori ini didukung melalui kesamaan tradisi-tradisi dalam aturan komunitas, yakni perihal gulungan yang menjelaskan hukum-hukum dalam sekte Yahudi secara anonim dengan sekte Essene yang ditulis Flavius Josephus sebagai sejarawan Romawi terkemuka. Di sisi lain, juga ditemukan reruntuhan pemandian Yahudi sebagai bukti arkeologi yang sukar dibantah.

3. Mayoritas Gulungan Berusia 2.000 Tahun

Gulungan Berusia 2.000 Tahun

Setelah ditemukan, para ilmuwan mulai meneliti dan mempelajari gulungan laut mati, termasuk memakai penanggalan paleografik dan radiokarbon untuk memperkirakan usia gulungan tersebut. Melalui analisis tulisan, diperkirakan usia gulungan laut mati sekitar 1.950-2.200 tahun berdasarkan penanggalan paleografik. Sedangkan, melalui fragmen yang sama, gulungan laut mati diperkirakan berusia 1.900-2.400 tahun dengan penanggalan radiokarbon.

Selain itu, koin yang ditemukan di gua Qumran juga memberi petunjuk perihal berapa lama gulungan laut mati ditulis. Koin terbaru diketahui berasal dari tahun 66-73 SM, yakni ketika terjadi perang antara Yahudi dan Romawi. Dengan demikian, gulungan laut mati benar-benar layak disebut sebagai penemuan arkeologi terbesar.

4. Akselerator untuk Mengidentifikasi Tinta  yang Dipakai

tinta yang digunakan di gulungan laut mati

Namanya bukan ilmuwan jika merasa puas dengan apa-apa yang dilihat. Hal ini menjadi fakta gulungan laut mati berikutnya, yakni perihal akseletaror yang dipakai untuk mengidentifikasi tinta di gulungan tersebut. Padahal, jika dilihat dengan mata telanjang, tinta tampak berwarna merah atau hitam. Namun, tetap saja, hal ini tidak memuaskan keingintahuan ilmuwan yang maniak informasi.

Nah, di University of California, para ilmuwan sukses memakai siklotron untuk mengidentifikasi tinta di gulungan laut mati. Ternyata, tinta merah yang dipakai berasal dari mineral khusus yang disebut cinnabar, sedangkan tinta hitam di gulungan tersebut merupakan karbon hitam dari jelaga lampu minyak zaitun. Keren banget, kan?

5. Gulungan Laut Mati Menyerupai Salinan Perjanjian Lama

Gulungan Laut Mati Menyerupai Salinan Perjanjian Lama

Pasti kamu mengerti diksi menyerupai bukan berarti sama. Yap, ternyata perjanjian lama yang ada di Gua Qumran mempunyai perbedaan dari Teks Masoret. Secara umum, Teks Masoret merupakan manuskrip yang mendasari Alkitab modern. Akan tetapi, bukan berarti keduanya memiliki perbedaan yang besar, melainkan hanya perbedaan kecil yang layak disebut sebagai varian tekstual.

Meski demikian, para ilmuwan sempat mempertanyakan keabsahan perjanjian lama yang tergabung dalam gulungan laut mati. Namun, lagi-lagi, pada umumnya gulungan tersebut benar-benar mirip dengan Alkitab orang-orang Yahudi dan Kristen yang diimani selama berabad-abad. Sedangkan, salah satu perbedaan yang dimaksud adalah ketinggian Goliath.

6. Menyertakan Peta Harta Karun

gulungan laut mati peta harta karun

Fakta gulungan laut mati berikutnya perihal peta harta karun kuno yang ditemukan. Peta ini dikenal sebagai manuskrip Copper Scroll yang mana mencantumkan hal-hal terkait emas dan perak. Sedangkan, teks lain ditemukan di atas perkamen. Nah, jika diamati, temuan lain juga menampilkan kombinasi huruf Ibrani dan Yunani yang dipahat di lembaran logam. Mungkin, untuk mempertahankan kualitas informasi dalam logam tersebut.

Secara keseluruhan, Copper Scroll menggambarkan 64 tempat persembunyian bawah tanah yang ada di israel. Konon, tempat-tempat ini menyimpan berbagai harta karun yang diamankan di masa lalu. Akan tetapi, tidak satu pun harta karun tersebut dapat ditemukan sampai saat ini. Teori lain mengungkapkan, mungkin Romawi berhasil menjarahnya atau teori lain mengatakan bahwa harta karun ini memang tidak pernah ada.

Baca juga: misteri lainnya

7. Memakai Banyak Bahasa

gulungan laut mati Memakai Banyak Bahasa

Ternyata, gulungan laut mati ditulis dalam berbagai bahasa. Secara umum, mayoritas gulungan ditulis memakai bahasa Ibrani. Sedangkan, beberapa bagian juga ditulis memakai bahasa Aram atau bahasa yang dipakai mayoritas orang-orang Yahudi.  Selain itu, juga ditemukan terjemahan bahasa Ibrani ke bahasa Yunani.

8. Pernah Dijual di Iklan Baris

iklan gulungan laut mati

Pada awalnya bagian gulungan laut mati dinilai tidak berharga oleh beberapa sarjana. Hal ini terbukti dari adanya iklan baris di Wall Street Journal yang berbunyi “manuskrip yang setidaknya berasal dari 200 SM akan dijual” pada tahun 1954. Hal ini dilakukan setelah Athanasius Yeshua Samuel gagal menawarkan empat gulungan laut mati ke universitas-universitas yang ada di Amerika.

Demikian informasi terkait fakta-fakta perihal gulungan laut mati. Sampai saat ini,  gulungan ini terus diteliti untuk menemukan berbagai informasi terkini. Jangan lupa membaca gulungan laut mati yang disebut The Book of Giant, sebab bagian ini mengungkap fakta-fakta terkait raksasa. Intinya, fakta gulungan laut mati sangat mengejutkan.