8 Fakta Machu Picchu, Kota Tersembunyi di Pegunungan Andes

8 Fakta Machu Picchu, Kota Tersembunyi di Pegunungan Andes

Indo Suggest - Sampai sekarang, ilmuwan berhasil menemukan fakta-fakta Macchu Picchu yang menarik, yakni perihal sebuah kota tersembunyi di Pegunungan Andes. Oleh karena itu, Kota Machu Picchu dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1983 dan kerap disebut-sebut sebagai tujuh keajaiban baru. Nah, jika tertarik mengenai situs arkeologi ini, kamu dapat membaca artikel berikut.

Fakta Machu Picchu yang Harus Kamu Tahu

Secara umum, Machu Picchu merupakan  situs arkeologi paling populer di Amerika Selatan. Selain menawarkan pembelajaran terkait peradaban kuno, Machu Picchu juga memberi pengalaman perihal Pegunungan Andes, khususnya terkait pemandangan Peru dan padang hijau yang mengagumkan.

1. Machu Picchu Berada di Lokasi yang Spektakuler

1. Machu Picchu Berada di Lokasi yang Spektakuler

Secara administratif, Machu Picchu berada di Peru, tepatnya di Kota Cusco, Provinsi Rumumba. Kota ini tersembunyi di Pegunungan Andes dan terletak di wilayah Machu Picchu Historic Sanctuary. Selain itu, Machu Picchu juga berada dalam perlindungan Sistem Nasional Kawasan Alam yang Dilindungi Negara. Area perlindungan ini seluas 32.592 hektar.

Dengan ketinggian 2.430 meter di atas permukaan laut, kota ini juga memiliki cuaca yang hangat dan lembab di siang hari, lantas berubah sejuk di malam hari. Nah, karena berada di wilayah beriklim tropis, Machu Picchu mengalami musim hujan pada bulan November hingga Maret.

2. Tidak Mudah Mencapai Machu Picchu

2. Tidak Mudah Mencapai Machu Picchu

Ternyata, fakta Machu Picchu berikutnya menunjukkan pelancong hanya bisa mencapai kota ini melalui dua cara, yakni perjalanan memakai kereta api atau adventure tracking. Nah, jika kamu tergolong orang-orang yang menyukai tantangan, disarankan untuk memilih cara yang kedua. Pasalnya, adventure tracking membutuhkan perjalanan 4 hari melalui Inca trail klasik sebelum sampai ke pintu masuk yang disebut Sun Gate.

Sedangkan, perjalanan memakai kereta api cenderung lebih mudah. Kamu dapat memilih kereta dari Stasiun Poroy di Cusco atau Stasiun Ollantaytambo di Lembah Suci. Masing-masing memiliki durasi yang berbeda, di mana dari Cusco menempuh perjalanan selama 4 jam, sedangkan dari Lembah suci membutuhkan waktu selama 2 jam.

3. Machu Picchu adalah Kota Tersembunyi

3. Machu Picchu adalah Kota Tersembunyi

Jika diterjemahkan, nama Machu Picchu berarti gunung tua atau puncak tua. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab Machu Picchu terletak di Pegunungan Andes yang dibangun dari kumpulan batu. Bahkan, kota ini memiliki lebih dari 150 kompleks dengan 100 tangga-tangga yang diukir, termasuk rumah, pemandian, dan kuil. Sedangkan, berdasarkan penelitian, Machu Picchu dibangun pada tahun 1450 SM oleh Suku Inca.

Karena geografis Pegunungan Andes, Machu Picchu juga tampak tersembunyi sehingga tidak dapat dilihat dari bawah. Oleh karena itu, kota ini menjadi situs arkeologi satu-satunya dari peradaban Inca yang tidak terjamah Spanyol saat berhasil menaklukkan Peru di masa lalu. Selain itu, Machu Picchu juga masih terpelihara  dengan baik sampai saat ini.

4. Suku Inca Membangun Peradaban yang Cerdas

4. Suku Inca membangun Peradaban yang Cerdas

Tahukah kamu bahwa Suku Inca tidak memakai roda dan hewan untuk mengangkut batu-batu besar? Akan tetapi, hal ini menjadi fakta Machu Picchu berikutnya. Pasalnya, dalam keterbatasan tersebut, Suku Inca tetap mampu membangun peradaban yang cerdas di masa pra-Columbus, yakni Machu Picchu yang terkenal. Para ilmuwan menemukan bahwa Machu Picchu dibuat melalui teknik ashlar atau teknik yang membuat batu menjadi pas antara satu sama lain.

Dengan demikian, kamu tidak akan mempu menyelipkan pisau sampai kertas di antara batu-batu yang disusun. Selain itu, teknik ashlar memungkinkan Machu Picchu tetap bertahan sampai saat ini, sebab kota ini berada di atas dua garis patahan yang rawan gempa bumi. Saat gempa terjadi, batu-batu akan memantul melalui getaran, kemudian kembali ke tempat semula.

5. Memunculkan Perdebatan Antara Peru dan Universitas Yale

5. Memunculkan Perdebatan Antara Peru dan Universitas Yale

Sejak Spanyol menduduki Peru, Machu Picchu telah menjadi kota mati. Namun, penduduk lokal tetap mengetahui kota ini. Kemudian, pada tahun 1911, sejarawan Amerika sekaligus profesor Universitas Yale bernama Hiram Bingham kembali menemukannya. Dia lantas menulis buku berjudul The Lost City of the Inca. Sejak saat itu, Machu Picchu menjadi situs arkeologi paling populer di dunia.

Akan tetapi, hal ini memunculkan perdebatan sampai tahun 2012, khususnya menyoal artefak-artefak yang dibawa ke universitas tempatnya mengabdi, seperti keramik, tulang manusia, patung perak, dan perhiasan. Peru berargumen artefak-artefak tersebut adalah pinjaman sehingga harus dikembalikan seperti semula. Lantas, Peru menempuh langkah hukum untuk mengakhiri perdebatan ini.

6. Mempunyai Spot Populer Bernama Huayna Picchu

6. Mempunyai Spot Populer Bernama Huayna Picchu

Karena menjadi daya tarik paling populer, fakta Machu Picchu berikutnya menggambarkan bagaimana pemerintah membatasi pelancong sebanyak 2.500 orang per hari. Akan tetapi, orang-orang juga harus mengantre untuk menjadi 1 dari 400 orang yang beruntung untuk naik ke Huayna Picchu. Pasalnya, Huayna Picchu merupakan spot paling populer  yang berbentuk menyerupai cula badak. Tempat ini ditumbuhi rumput berwarna hijau dengan kuil rahasia.

7. Kota Kuno dengan Observatorium Astronomi

7. Kota Kuno dengan Observatorium Astronomi

Sadar atau tidak, Machu Picchu juga dibangun dengan observatorium astronomi, lho. Peran ini diketahui dari batu intihuatana yang mampu menunjukkan dua ekuinoks secara akurat, di mana dalam dua kali setahun, matahari berada di atas batu sehingga sama sekali tidak menimbulkan bayangan. Sangat keren, bukan?

8. Machu Picchu tetap Misteri

8. Machu Picchu tetap Misteri

Pertanyaan paling mendasar adalah alasan Machu Picchu didirikan. Akan tetapi, ilmuwan mempunyai jawaban yang multitafsir, mulai dari kota yang didedikasikan untuk penobatan raja, stasiun pengujian tanaman baru, tempat peristirahatan wanita, penjara, hingga pusat perdagangan. Kemudian, muncul pertanyaan lain perihal alasan kota ini mulai ditinggalkan.

Demikian ulasan terkait Machu Picchu yang mungkin tidak diketahui banyak orang. Nah, jika kamu menyukai situs-situs arkeologi, tidak ada salahnya menabung untuk sampai ke tempat ini, tentunya setelah mengunjungi candi-candi di Tulungagung, Blitar, dan Kediri. Pasalnya, terdapat fakta-fakta Machu Picchu yang benar-benar mengagumkan.